Fabian fikry gemaryo resi dengan cinta - citanya
.
WAKTU TK KU HINGGA SPM :
Dulu waktu kecilku aku ingin sekali menjadi polisi, karena aku lihat polisi itu keren, gagah dan hebat menangkap orang yang tidak benar / penjahat dan lain lainnya .
Sejak masih TK, aku sudah punya cita-cita besar: ingin menjadi seorang polisi. Waktu kecil, aku selalu kagum melihat polisi yang gagah, disiplin, dan berani menjaga masyarakat. Cita-cita itu terus aku bawa hingga aku masuk SD. Di sekolah dasar, aku berusaha belajar dengan tekun, berani tampil, dan melatih disiplin diri.
Saat memasuki masa SMP, semangatku semakin menyala. Aku tidak hanya belajar di sekolah, tapi juga mulai menekuni dunia olahraga. Aku memilih pencak silat Pagar Nusa, karena di sana aku belajar arti ketangguhan, keberanian, dan sportivitas. Latihan demi latihan aku jalani, meskipun lelah, karena aku tahu semua itu akan membentuk diriku menjadi pribadi yang kuat, sehat, dan berkarakter.
Setiap kali aku jatuh atau kalah dalam latihan, aku selalu bangkit kembali dengan semangat baru. Aku percaya, untuk meraih cita-cita menjadi polisi, aku harus punya tubuh yang kuat, pikiran yang jernih, dan hati yang berani. Pagar Nusa memberiku itu semua—semangat juang, rasa persaudaraan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.
Dari TK hingga SMP, perjalanan ini membuatku semakin yakin: aku harus terus berusaha, belajar keras, berlatih disiplin, dan selalu berbakti kepada orang tua. Dengan doa mereka, semangat belajar, dan latihan pencak silat, aku percaya suatu hari nanti aku bisa mewujudkan cita-cita menjadi polisi yang tangguh dan bermanfaat Bagi bangsa
WAKTU SMK KU PADA SAAT INI :
Pada saat ini cinta - cutaku ingin tetap menjadi atlet pencak silat ( pagar nusa ) yg sama pada saat saya masih smp
Di masa SMK, aku punya cita-cita besar: menjadi anak yang rajin belajar dan berbakti kepada kedua orang tuaku. Setiap hari aku berusaha datang ke sekolah dengan semangat, meski kadang rasa malas dan lelah datang menghampiri. Aku selalu ingat pesan orang tua, bahwa ilmu adalah bekal masa depan. Karena itu, aku berusaha sungguh-sungguh mengerjakan tugas, mendengarkan guru, dan menjaga sikap di sekolah. Di rumah, aku tidak hanya belajar, tapi juga membantu orang tua dengan pekerjaan kecil—seperti membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan, atau sekadar mendengarkan nasihat mereka. Semua itu aku lakukan karena aku ingin membuat mereka bangga, membalas kasih sayang dan pengorbanan mereka dengan prestasi dan sikap yang baik.

Komentar
Posting Komentar