FABIAN DENGAN IDOLANYA π
IDOLAKU :
*Idolaku adalah hanifan yudani kusumah*
*Hanifan Yudani Kusumah adalah salah satu pesilat muda Indonesia yang namanya dikenal luas setelah keberhasilannya meraih prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional. Ia lahir di Bandung pada 10 Oktober 1997 dan mulai menekuni pencak silat sejak kecil. Hanifan tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan seni bela diri tradisional, khususnya pencak silat yang tidak hanya mengajarkan kemampuan fisik, tetapi juga nilai spiritual, moral, dan kebangsaan.
Salah satu organisasi silat yang menjadi wadah pembinaan dan perkembangan kariernya adalah Pagar Nusa, yakni perguruan silat yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Pagar Nusa menekankan penguasaan teknik bela diri sekaligus pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kecintaan kepada tanah air. Melalui latihan intensif, Hanifan berhasil menunjukkan bakat luar biasa dan tekad yang kuat untuk berprestasi.
Puncak ketenaran Hanifan terjadi saat Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Dalam ajang ini, ia berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada nomor tanding kelas C putra (55–60 kg). Momen bersejarah terjadi ketika setelah kemenangannya, Hanifan secara spontan memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PSSI kala itu, Prabowo Subianto. Tindakan ini menjadi simbol persatuan, karena olahraga—khususnya pencak silat—mampu menyatukan berbagai pihak yang berbeda pandangan politik. Aksi tersebut viral dan menjadikan Hanifan sebagai ikon persatuan bangsa melalui olahraga.
Selain Asian Games, Hanifan juga telah mengoleksi sejumlah gelar bergengsi. Ia meraih medali emas di SEA Games 2017 di Malaysia, serta beberapa gelar di kejuaraan dunia pencak silat. Prestasi-prestasi ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pesilat terbaik Indonesia pada generasinya.
Namun, perjalanan Hanifan tidak selalu mulus. Ia menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi persaingan ketat di arena maupun tuntutan menjaga konsistensi performa. Meski begitu, dengan semangat juang dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Pagar Nusa, ia terus berusaha menjadi teladan bagi generasi muda.
Lebih dari sekadar atlet, Hanifan adalah sosok yang memperlihatkan bagaimana pencak silat bukan hanya olahraga bela
diri, tetapi juga warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Pencak silat, terutama melalui organisasi seperti Pagar Nusa, mengajarkan makna kesabaran, keberanian, serta rasa hormat kepada guru dan sesama. Hal-hal inilah yang membentuk karakter Hanifan hingga menjadi pesilat berprestasi dan dikenal rendah hati.
Kesimpulan:
Hanifan Yudani Kusumah adalah pesilat Indonesia yang lahir dari tradisi pencak silat Pagar Nusa. Dengan dedikasi, latihan, dan nilai moral yang kuat, ia berhasil menorehkan prestasi internasional, puncaknya medali emas Asian Games 2018. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa pencak silat tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk mempererat persatuan bangsa dan melestarikan budaya.
Yang akan saya tiru adalah:
Saya akan mencontoh prilaku dia dengan
Sering berlatih, berolahraga, makan - makanan yang sehat, menjaga kesehatan tubuh, dan lain sebagainya.

Komentar
Posting Komentar