ABI DENGAN CITA-CITANYA

 


Sejak kecil, aku memiliki banyak impian yang terus berubah seiring waktu. Saat aku masih duduk di bangku taman kanak-kanak, dunia terasa begitu luas dan penuh keajaiban. Aku sering menatap langit malam yang dipenuhi bintang, membayangkan diriku terbang melintasi luar angkasa. Aku ingin menjadi seorang astronot. Bayangan mengenakan pakaian luar angkasa, berjalan di permukaan bulan, dan melihat Bumi dari kejauhan membuatku merasa sangat bersemangat. Setiap kali melihat roket diluncurkan di televisi, aku membayangkan suatu hari nanti, aku yang ada di dalamnya, menjelajahi planet-planet yang belum diketahui manusia.


Namun, seiring bertambahnya usia dan masuk ke sekolah dasar, minatku mulai berubah. Saat itu aku mulai menyukai sepak bola. Aku ingat betapa senangnya aku ketika bermain bola di lapangan bersama teman-teman saat istirahat atau sepulang sekolah. Aku mulai mengidolakan pemain-pemain bola ternama seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Aku kagum dengan keterampilan mereka di lapangan, kecepatan, ketepatan tendangan, serta semangat juang mereka. Aku mulai bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Aku membayangkan diriku bermain di stadion besar, disaksikan ribuan penonton yang bersorak untuk timku. Aku rajin berlatih dan mengikuti berbagai pertandingan antar kelas dan antar sekolah, berharap suatu saat aku bisa bergabung dengan klub besar dan membanggakan keluargaku.


Namun, ketika aku memasuki jenjang SMP, sesuatu dalam diriku kembali berubah. Kali ini bukan karena aku berhenti menyukai sepak bola, melainkan karena aku menemukan hal baru yang membuatku benar-benar tertarik: dunia arsitektur. Aku mulai menyukai menggambar bangunan, mendesain rumah-rumah impian, dan memikirkan bagaimana suatu ruangan bisa terlihat indah dan nyaman. Saat pelajaran seni budaya atau ketika guru membahas bangunan bersejarah, aku merasa sangat antusias. Aku mulai memperhatikan desain bangunan di sekitarku, dari rumah sederhana hingga gedung bertingkat. Cita-citaku pun berubah lagi — aku ingin menjadi seorang arsitek.


Kini aku duduk di kelas 10 SMK, mengambil jurusan yang mendekatkanku dengan impianku menjadi arsitek. Aku merasa semakin yakin bahwa inilah jalan yang ingin kutempuh. Setiap hari aku belajar tentang teknik menggambar, bangunan, dan perencanaan ruang. Aku tahu, menjadi arsitek bukan hal mudah, tapi aku merasa semangat dan bersemangat untuk terus belajar. Aku ingin suatu hari nanti bisa merancang bangunan-bangunan yang tak hanya indah, tapi juga fungsional dan ramah lingkungan. Aku ingin membangun rumah untuk orang-orang, gedung sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah yang bisa memberikan kenyamanan bagi banyak orang.


Perjalanan cita-citaku mungkin panjang dan penuh perubahan, tapi setiap impian yang pernah aku miliki membentuk diriku yang sekarang. Dari mimpi menjadi astronot, semangat menjadi pemain bola, hingga kini menata masa depan sebagai arsitek — semua itu adalah bagian dari prosesku untuk menemukan panggilan hati yang sebenarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG KAMI